Beranda / Palestina / Skabies Menyebar di Penjara Damon, 10 Tawanan Perempuan Terjangkit
Kabar Palestina
28 Agu 2026

Skabies Menyebar di Penjara Damon, 10 Tawanan Perempuan Terjangkit

Skabies Menyebar di Penjara Damon, 10 Tawanan Perempuan Terjangkit
Bagikan:

RAMALLAH (PIC) – Masyarakat Tawanan Palestina (PPS) menyatakan sedikitnya 10 tawanan perempuan terjangkit skabies di Penjara Damon, berdasarkan kunjungan terbaru organisasi hak asasi manusia (HAM) untuk memeriksa kondisi dan situasi penahanan mereka.

PPS menyebut para tawanan yang terinfeksi merupakan bagian dari lebih dari 90 perempuan yang ditawan ‘Israel’ di penjara tersebut, termasuk perempuan hamil, anak perempuan, serta tawanan yang menderita penyakit kronis dan berbagai gangguan kesehatan.

PPS mengaitkan penyebaran penyakit itu dengan buruknya kondisi kesehatan dan kemanusiaan di penjara penjajah ‘Israel’. Kondisi tersebut antara lain kelembaban tinggi, minimnya bahan pembersih, sel yang terlalu padat, ventilasi buruk, serta kekurangan pakaian yang parah.

Menurut PPS, kondisi tersebut telah mendorong penyebaran skabies secara luas di kalangan tawanan sejak Mei 2024.

PPS menegaskan, penyakit itu terus menyebar lebih dari dua tahun sejak pertama kali didokumentasikan, menunjukkan tidak adanya respons serius dari sistem penjara ‘Israel’.

Tanggapan zionis ‘Israel’ terhadap pengaduan yang diajukan organisasi HAM, termasuk Physicians for Human Rights, juga dinilai terbatas dan tidak menghasilkan perubahan berarti untuk memberikan perlindungan yang dibutuhkan para tawanan.

PPS memperingatkan bahwa skabies kini menjadi ancaman kesehatan nyata bagi kehidupan para tawanan; di tengah penolakan terhadap kebutuhan pengobatan, memburuknya kondisi kesehatan, serta komplikasi yang dalam sejumlah kasus telah mencapai tingkat berbahaya.

PPS menyoroti kasus tawanan anak Mohammed Hmeid. Infeksi skabies yang dideritanya kemudian berkembang menjadi infeksi bakteri, menyebabkan kerusakan pada sistem saraf hingga akhirnya salah satu kakinya harus diamputasi.

Menurut PPS, banyak tawanan telah terjangkit penyakit tersebut dan sempat pulih sebagian sebelum kembali terinfeksi karena kondisi yang memicu penyakit tidak pernah berubah.

Sebagian tawanan bahkan telah menderita infeksi selama lebih dari lima bulan tanpa mendapatkan pengobatan yang layak. Mereka mengalami luka pada kulit, peradangan parah, serta rasa gatal hebat yang mengganggu tidur dan membatasi pergerakan.

PPS menyatakan kondisi tersebut, ditambah penolakan terhadap kebutuhan pengobatan, merupakan bagian dari sistem penyiksaan dan pengabaian medis yang sistematis. PPS juga menuding wabah dan penyakit digunakan sebagai sarana untuk melemahkan dan menyiksa para tawanan.

PPS kembali mendesak WHO dan lembaga-lembaga HAM internasional untuk segera bertindak menghentikan kejahatan medis zionis ‘Israel’.

Juga menekan penjajah ‘Israel’ agar mengakhiri kondisi yang memicu penyebaran penyakit di dalam penjara, menjamin pengobatan dan layanan kesehatan bagi para tawanan, membuka penyelidikan internasional yang serius, serta meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang berada di balik tindakan tersebut.

Skabies merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan tungau mikroskopis yang menggali terowongan di dalam kulit. Penyakit ini menyebabkan rasa gatal hebat dan menyakitkan, luka, serta infeksi yang dapat semakin parah tanpa pengobatan dan perawatan kesehatan yang memadai.

Berdasarkan kesaksian para mantan tawanan yang dikutip PPS, skabies telah menjadi kondisi berat yang membuat tawanan terinfeksi kehilangan waktu tidur dan kesulitan bergerak.

Sejumlah mantan tawanan menggambarkannya sebagai salah satu bentuk kondisi paling menyakitkan yang mereka alami selama berada di penjara ‘Israel’.

Penyakit tersebut semakin menyebar di penjara akibat kelangkaan bahan pembersih dasar, berkurangnya pasokan air, larangan mendapatkan paparan sinar matahari, kepadatan sel yang ekstrem, serta buruknya ventilasi.

Data hak asasi yang dikutip PPS juga menunjukkan bahwa kondisi semakin parah akibat praktik memindahkan tawanan yang mengidap penyakit menular ke blok yang dihuni tawanan sehat, disertai penolakan terhadap pengobatan yang layak. Praktik ini dinilai semakin memperluas rantai penularan.

Menurut data hak asasi tersebut, 91 tawanan Palestina telah meninggal di dalam penjara ‘Israel’ sejak dimulainya perang genosida ‘Israel’ di Gaza pada 7 Oktober 2023.

Sebanyak 53 di antaranya merupakan tawanan dari wilayah Gaza. Kematian tersebut berkaitan dengan tindakan penyiksaan, pelaparan, kejahatan medis, dan pengabaian yang disengaja. (PIC)

Dukung Saudara Kita di Garis Depan

Setiap bantuan Anda sangat berarti untuk memberikan kehangatan dan harapan hidup bagi mereka yang terdampak.

Donasi Sekarang
Hubungi kami